Hati-Hati Diabetes Dapat Menyebabkan Kebutaan

4-risiko-operasi-laser-pada-mata

Setiap orang memiliki kemungkinan mengalami diabetes dalam hidupnya. Penyakit yang ditandai dengan gula darah yang selalu meninggi itu disebabkan oleh masalah metabolisme pada karbohidrat, lemak dan protein.

Seorang pengidap diabetes mempunyai peluang alami kebutaan. Hal tersebut dipicu oleh diabetic retinopathy yang menyerang retina mata.

Spesialis Mata Referano Agustiawan menyebutkan, seseorang yang alami diabetic retinopathy harus dilaser atau di operasi bila telah parah. Tetapi, hal tersebut tidaklah perlu dilakukan jika termasuk ringan.

“Diabetic retinopathy hanya terjadi karena diabetes. Tidak semuanya harus dilaser atau disuntik. Apabila yang masih ringan hanya perlu kontrol. Tetapi, orang diabetes 30% terkena (diabetic retinopathy),” tuturnya saat diskusi diabetes di Restoran Aroma Sedap, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/6).

Walau demikian, seseorang yang telah dioperasi dan dilaser harus terus lakukan kontrol seumur hidup. Hal tersebut untuk menghadapi mata mengalami hal sama berkali-kali.

Diabetic retinopathy akan menyerang retina mata dan membuat ada kebocoran saluran pembuluh darah. Kondisi itu akan mempengaruhi pembuluh darah di tubuh.

“Laser dilakukan di daerah yang sudah dilihat mana yang bocor. Dia akan membakar yang lain dan menyelamatkan retina sisi tengah karena manusia sebagian besar hidupnya lihat dengan sisi yang tengah bukanlah yang pinggir,” ucapnya.

Menurut Referano, seseorang yang menderita diabetes selama 10 tahun sebanyak 10% berisiko terkena diabetic retinopathy. Dan, seseorang pengidap diabetes selama 20 tahun akan terkena diabetic retinopathy sebesar 90%.

Tanda awalannya, Referano menyebutkan, pandangan seorang bakal buram serta melengkung. Tanda yang lain yaitu sejumlah rambut seperti terbang serta mata berair.

Referano menyebutkan, diabetic retinopathy berbeda dengan penyakit mata katarak. Hal tersebut lantaran diabetic retinopathy tidak bisa sembuh namun cuma dapat dicegah.

“Diabetes kebutaan tidak dapat sembuh namun dapat dihindari. Keadaan mata diabetes mesti ditanggulangi lantaran beberapa besar pengidap ada di umur produktif,” ujarnya.

Berdasar pada data yang diperolehnya, Referano mengatakan, Indonesia menempati tempat ke-tujuh sebagai negara dengan jumlah pengidap diabetes paling banyak di dunia.

“Saat ini diabetes seperti fenomena gunung es. Berat badan tak turun, tidak haus, seringkali bahkan saya menerima. Seorang pasien walaupun ia seorang dokter, terkadang tidak pernah tahu dia diabetes padahal dari matanya ketahuan bila dia diabetes,” tuturnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s