Miris, 8 Anak SMP dan 1 Siswa SD Naik 5 Motor Bikin Onar di Yogyakarta

tangan-diborgol-ist

Jajaran petugas Polresta Yogyakarta menangkap sembilan orang pelaku pengerusakan serta penyerangan dan pengeroyokan yang berlangsung di kawasan kampung Kali Code, Jalan Amad Jazuli, Gondomanan, Yogyakarta, Kamis (15/6) dini hari yang lalu. Kesembilan orang yang diamankan ini semua masih tetap berstatus anak di bawah umur.

Menurut Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Tommy Wibisono, dari kesembilan orang yang ditangkap, delapan masih berstatus pelajar SMP serta seorang berstatus pelajar SD.

“Peristiwa pengeroyokan, penyerangan serta pengerusakan ini berlangsung pada Kamis dini hari sekitar jam 03.00 WIB. Kesembilan orang pelaku awalnya berkumpul di rumah salah seorang pelaku. Lalu mereka menuju ke tempat kejadian dengan mengendarai 5 sepeda motor. Sesampainya di tempat kejadian, salah satu dari komplotan itu melempar botol ke gapura di TKP serta lakukan pengerusakan pada warung, gerobak, dan sebagian mengenai tempat tinggal warga,” jelas Tommy di Mapolresta Yogyakarta, Jumat (16/6).

Tommy menjelaskan kalau ada seorang warga yang alami luka lantaran serangan kesembilan anak di bawah umur itu. Warga yang terluka awalannya menginginkan membubarkan tindakan pengerusakan itu namun malah terluka karena lemparan dari pelaku.

“Mereka ini tergabung dalam suatu kelompok yang sangat negatif. Mereka mengarah tempat nongkrong dimana menurut mereka tempat itu digunakan nongkrong oleh sekolah lain. Mereka mbleyer-mbeleyer serta melempar botol kaca dan senjata tajam yang mengenai salah satu warga hingga memperoleh 6 jahitan,” jelas Tommy.

Tommy menjelaskan bahwa selain mengakibatkan seseorang warga alami luka, perbuatan gerombolan pelajar dibawah usia ini menyebabkan sebagian tempat tinggal warga, kaca warung, dan kaca gerobak mengalami kerusakan karena lemparan botol kaca dan batu.

Tommy menceritakan awal tertangkapnya kesembilan orang pelaku lantaran waktu melarikan diri ada seorang pelaku yang diringkus oleh petugas kepolisian. Dari seorang yang tertangkap, kata Tommy, pihaknya juga mengembangkan penyelidikan dan mengamankan pelaku yang lain.

“Motif mereka melakukan perbuatan itu yaitu supaya nama kelompoknya lebih terkenal. Walau pelaku di bawah umur, kita tegas. Ini mengisyaratkan kalau Polresta Yogyakarta bersama jajaran concern seperti masalah klitih tempo hari. Bukan berarti telah tersingkap kita berhenti, tidak, namun kita tetaplah concern, dan inilah yang dapat kita peroleh,” ungkap Tommy.

Tommy menambahkan kalau atas tindakannya kesembilan pelajar di bawah umur itu bakal dijerat dengan pasal 170, pasal 351, serta pasal 406 KUHP. Beberapa pelaku diancam hukuman diatas lima th. penjara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s