Apakah Kita Membutuhkan Bulan ?

3758855_201410290927053758855_20160611114424

Ada banyak bulan dalam sistem tata surya kita, tapi tak ada yg seperti kita miliki. Bulan memiliki peran dan pengaruh yg luar biasa bagi bumi kita, menjaga agar dunia kita selalu pada keadaan seimbang. Mengapa bulan begitu kuat dan luar biasa..? Seperti apa hubungan yg kita miliki dengan tetangga terdekat kita ini ? Bagaimana bulan membantu membentuk planet ini dan membentuk evolusi kita? Apa yg akan terjadi jika bulan tidak berada pada posisinya seperti sekarang ini..? Tanpa bulan, apakah mungkin kita ada di bumi ini..seperti saat ini ?

Bagaimana jika bulan berada pada posisi yg berbeda dari saat ini, lebih jauh atau lebih dekat ? Seperti apakah dunia kita jadinya jika itu terjadi..? Bulan adalah sebuah benda langit, bola batu di luar angkasa, tetapi memiliki kekuatan untuk menciptakan pasang surut yg begitu besar di bumi. 2 kali sehari, bulan menarik 66 juta ton air laut melalui berbagai macam tempat di bumi, contohnya di Loch Etive di skotlandia. Hasilnya adalah arus yg sangat deras, bagian leher sungai Loch seperti leher botol, air mengalir melalui saluran yg cukup sempit dan selama kurang lebih 1-2 jam, akan menjadi salah satu perjalanan air paling cepat di dunia. Inilah salah satu wujud kekuatan bulan dari jarak dekat.

LOCH ETIVE

3758855_20141029093625

3758855_20141029093428

Bagaimana bulan melakukan ini ? Gravitasi, adalah kekuatan besar universal dari tarik menarik, gravitasi membuat kita tetap bisa berdiri di planet bumi, dan menjaga bulan tetap mengorbit pada bumi, tapi ketika bumi menarik bulan, disaat yg sama bulan juga menarik bumi, menarik semua samudera dan lautan yg ada di bumi. Layaknya energi yg terdapat pada magnet, bulan menarik lautan di bumi keatas, menjauh dari permukaan bumi.

3758855_20141029094000

3758855_20141029094034

Kekuatan gravitasi bulan menciptakan “tonjolan” air di lautan. Dan seperti bulan mengorbit bumi, maka bulan menarik tonjolan air ini mengelilingi planet, dan menciptakan gelombang pasang yg besar dan kecil, besar kecilnya gelombang pasang ini tergantung pada jarak antara bumi dan bulan.Hukum fisika sangat jelas pada hal ini, semakin dekat dua obyek maka semakin besar gaya tarik menarik keduanya, semakin besar gaya gravitasinya. So, kita mendapatkan gelombang pasang karena bulan, yg berjarak 384.400 km. Tapi bagaimana jika bulan lebih dekat dengan kita..?.

3758855_20141029094309

 

Yang akan terjadi

3758855_20141029094945

3758855_20141029094927

Ada beberapa teori yg menjelaskan tentang bagaimana bulan terbentuk, salah satunya yg paling populer adalah : 4.5 milyar tahun lalu, pada waktu itu bumi muda masih tidak memiliki satelit, mengorbit pada matahari sendirian. Namun bumi juga tiap detiknya dihujani oleh meteor dan komet di permukaannya. Kemudian planet lain seukuran Mars, mendekati orbit bumi dan planet itu berada dalam jalur tumbukan.

 

Bumi Muda

3758855_20141029095231

 

Impact

3758855_20141029095324

3758855_20141029095405

Tumbukan itu melontarkan sejumlah besar batuan cair ke luar angkasa dan orbit bumi. Pecahan2 ini kemudian bergabung menjadi sebuah bola dan terbentuklah Bulan, yang pada saat itu hanya berjarak 22.530 km dari bumi muda, dan ini adalah jarak terdekat yg memungkinkan, jika lebih dekat lagi, maka gravitasi bumi akan menarik kembali serpihan puing2 itu ke bumi, dan bulan tidak akan terbentuk. Saat ini bulan hanyalah sebuah bola batu raksasa yg memantulkan cahaya matahari, tapi sebelumnya, dahulunya bulan merupakan sebuah bola batu yg berpijar dengan terang.

 

EARLY MOON RISE

3758855_20141029095529

Ketika kita mengarahkan teleskop kita ke bulan, dengan spesifikasi tertentu pada teleskop kita, kita bisa melihat kawah2 yg menakjubkan pada permukaan bulan. Dan, satu hal yg pertama akan kita ketahui adalah, kita akan selalu melihat kawah yg sama pada bulan, ini disebabkan karena bulan berotasi sangat pelan, satu putaran tiap 29 hari, dan itu juga merupakan kecepatan yg sama pula pada bulan untuk mengorbit bumi.

3758855_20141029102250

3758855_20141029102709

So, ketika dan selama bulan mengitari kita maka bulan akan menunjukkan “wajah” nya yg sama pula.Jadi dengan kata lain kita tak akan pernah melihat sisi terjauh bulan atau disebut dengan “the dark side of the moon”. Gak ada hubungannya sama Sentinel Prime ya.

Jika saja kita bisa, kita akan melihat banyak kawah di sisi terjauh bulan, dan kenyataannya kita sekarang sudah mengetahui bahwa terdapat banyak kawah di sisi terjauh bulan daripada sisi terdekatnya. Yang mana juga fakta yg melegakan kita, karena masing2 kawah itu terbentuk dari hantaman / tumbukan asteroid yg bisa saja menghantam bumi dan melenyapkan kehidupan yg ada. Bulan yg membantu memulai kehidupan di bumi juga menjaganya, The Earth’s Guardian Angel.

3758855_20141029102738

Ide bahwa bulan menjaga kita sudah dikenal begitu lama. 5.000 tahun yg lalu, orang2 di Outer Hebrides membentuk bebatuan tertentu menjadi sebuah formasi batuan megalit dan meletakkannya dalam sebuah lingkaran besar. Mereka tak memiliki peralatan logam apalagi alat2 seperti crane / katrol, benar2 sebuah hal yg hebat yg berhasil dilakukan. Lebih jauh lagi mereka membangun sebuah observatorium, untuk menyaksikan dan menandai aktifitas yg langka pada bulan.

3758855_20141029103553

3758855_20141030085825

3758855_20141030085856

3758855_20141030085910

Setiap 18.5 tahun sekali, bulan akan turun kebawah langit dan hanya bisa terbit diatas horizon.Ini dikenal dengan nama “Lunar Standstill” dan peristiwa ini terakhir terjadi pada tahun 2006 dan tak akan terjadi lagi hingga tahun 2024. Anehnya, orang2 yg membangun Callanish (Stonehenge) ini kemungkinan besar mengetahui tentang Lunar Standstill dan mereka menata batu2 tersebut untuk melihat peristiwa ini.

3758855_20141029103713

3758855_20141029103727

Untuk menata batu2 tersebut secara akurat, mereka hanya bisa memeriksa posisinya setiap 18.5 tahun sekali, pada lunar standstill berikutnya.Nampaknya memang sesuatu yg rumit, mengapa mereka melakukannya..? dalam dunia kuno, orang2 memuja bulan dan membuat cerita2 tentang kekuatan misterius bola bercahaya yg muncul pada langit malam. Beberapa cerita berhasil lolos seleksi waktu, anggap saja film klasik tentang werewolf, semuanya tentang kekuatan aneh dan menakutkan dari bulan.

3758855_20141029103956

3758855_20141029104239

atau yg lebih mengerikan lagi ini

3758855_20141029104913

Sebuah spesies terumbu karang yg bernama Diploria strigosa (Brain Coral) juga merupakan salah satu bukti bahwa bulan mempengaruhi kehidupan yg ada di bumi, setiap 26 hari pada waktu bulan purnama, terumbu karang ini membentuk lapisan kerangka baru diatas lapisan yg lama. Dorongan pertumbuhan ini dipengaruhi oleh orbit bulan, dan lapisan skeletal tersebut bisa digunakan sebagai kalender bulan, layaknya sebuah rekaman waktu yg sedang berjalan.

3758855_20141029105029

3758855_20141030085305

Akan tetapi spesies terumbu karang yg lain bahkan menunjukkan sesuatu yg lebih lagi, membuat kita bisa memandang jauh ke masa lalu dan mengungkap sesuatu yg luar biasa tentang kekuatan bulan. Dibawah ini adalah foto sebuah fosil terumbu karang dari “Devonian Era”, yg berusia sekitar 400 juta tahun. Seperti lapisan bulanan yg terbentuk, ada juga lapisan tahunan yg terbentuk, bahkan terdapat juga lapisan yg terbentuk harian.

3758855_20141029105142

Dan jika kita menghitung untuk menentukan lapisan harian ini terbentuk dalam 1 tahun, kita akan menemukan bukan 365 hari, melainkan dalam koral ini ada 400 lapisan tiap tahunnya, 400 hari dalam 1 tahun, jadi dengan kata lain ada tambahan 35 hari lagi pada tiap tahunnya. Jika benar2 ada 400 hari dalam 1 tahun di era itu, seberapa lamakah tiap harinya..? Jika kita melakukan perhitungan, dan menjumlahkan total jumlah jam dalam 1 tahun kemudian dibagi 400 hari maka kita akan mendapatkan bahwa pada Era Devonian, ketika fosil tersebut masih hidup, 1 hari di era itu sama berlangsung selama 21 jam 55 menit. Sangat aneh bukan, faktanya bahwa dalam 1 hari di era itu bukanlah 24 jam seperti saat ini.

 

DEVONIAN ERA

3758855_20141030084448

3758855_20141029110150

3758855_20141030084516

3758855_20141030084538

Kita tahu bahwa panjangnya / lamanya 1 hari ditentukan oleh waktu yg dibutuhkan bumi untuk berputar satu kali, dari matahari terbit hingga terbit selanjutnya. Jika di masa lalu hari2 berlangsung lebih singkat, pastinya bumi berotasi dengan lebih cepat. Faktanya, di masa lalu, milyaran tahun yg lalu, bumi berputar dengan sangat cepat yg mengakibatkan 1 hari hanya berlangsung selama 5 jam saja. Tapi mengapa kecepatan rotasi bumi terus berubah setiap waktu ? Ini disebabkan oleh bulan. Ketika bulan baru saja terbentuk, jaraknya sangat dekat dengan bumi, dan gravitasinya sangat kuat, ini juga berfungsi sebagai “rem” untuk bumi. Gerak rotasi yg berlawanan dengan bulan menyebabkan rotasi bumi melambat. Selama milyaran tahun, gaya gravitasi dari bulan menjadi “rem” pada putaran bumi, dan hari2 di bumi menjadi lebih lama, apa yg dulunya hanya 5 jam sekarang menjadi 24 jam.

3758855_20141029111005

Sangat menakjubkan melihat bahwa setiap ritme planet kita telah diatur oleh objek luar angkasa yg terdekat dengan kita ini. Tapi bagaimana dengan bulan itu sendiri ? Bagaimana bulan terpengaruh oleh putaran bumi..? Satu hal yg bisa kita pelajari dalam fisika adalah, ketika ada aksi maka selalu ada reaksi. Ketika putaran bumi semakin perlahan seperti saat ini, ada sesuatu yg justru smakin cepat, dan itu adalah bulan. Selama milyaran tahun, semakin cepat, dan apa yg terjadi jika sesuatu pada orbit itu menjadi semakin cepat ? Bayangkan seperti permainan anak2 dibawah ini :

3758855_20141029111125

jika kita semakin meningkatkan kecepatan putaran, maka tubuh kita akan terdorong / terlempar kearah luar, seakan dengan kata lain tubuh kita terdorong keluar ke arah orbit yg lebih lebar, dan itu kurang lebihnya apa yg terjadi terhadap bulan.

Bulan semakin menjauh dari orbit bumi, layaknya membentuk lintasan spiral yg semakin lebar, tapi apakah bulan masih menjauh sampai saat ini ? Atau telah berhenti?. Selain bermain-main di bulan, astronot apollo juga melakukan serangkaian eksperimen dan pada misinya yg ketiga mereka meninggalkan perangkat yg disebut “retro-reflector units”, yg terbungkus oleh cermin2 kecil.

3758855_20141029111649

3758855_201410291117421

3758855_20141029111757

dan sejak saat itu, para astronom telah menembakkan laser ke alat tersebut secara berkala, untuk terus memantau tepatnya seberapa jauh bulan. Astronom telah menggunakan laser untuk mengukur jarak bulan selama 40 tahun, dan apa yg mereka temukan diantara partikel2 laser tersebut sudah jelas, bulan yang telah bergerak menjauh selama milyaran tahun ternyata masih terus bergerak menjauh dengan kecepatan 3.78 cm per tahun, dalam skala manusia, itu sama dengan kecepatan tumbuh kuku pada jari kita.

3758855_20141029010157

Apakah menjadi masalah jika bulan terus menjauh dari kita..? satu hal yg pasti, jika terus berlanjut, maka jelas kita akan kehilangan pemandangan alam yg menakjubkan : Gerhana Bulan. Karena ketika bulan terus menjauh maka ukuran cakramnya tidak cukup besar untuk menutupi matahari, dan saat ini bulan berada pada jarak yg tepat pada bumi dan memungkinkan terjadi dan kita bisa melihat gerhana bulan (terjadi ilusi optik ttg ukuran bulan yg terlihat sama dengan matahari karena jaraknya yg dekat dengan bumi).

3758855_20141029112125

Dan jika bulan terus menjauh, sebut saja hanya 10% (sekitar 38.624 kilometer), maka rotasi bumi akan semakin melambat, di belahan bumi bagian barat matahari tak akan terbit sampai 20 jam kedepan, dan bagian itu akan mengalami malam yg panjang, sementara bagian bumi timur akan mengalami siang hari yg panjang. Dan selain itu yg lebih mengerikan adalah, stabilitas planet bumi akan terancam. Bulan yg mengendalikan putaran bumi dan pasang surut lautan, juga memiliki fungsi penting lain, yakni menjaga kita agar tetap stabil. Contohnya seperti gambar dibawah ini gan :

3758855_20141029112257

pasti pernah kan muterin bola basket pake ujung jari kan ? apa rahasianya disini..? adalah kecepatan. Bola basket tersebut layaknya bumi, semakin cepat putarannya maka akan semakin stabil, lantas apa yg terjadi jika putaran bola basket itu melambat..? kehilangan stabilitas, bergoyang tak karuan dan akhirnya jatuh dari jari. Sejak terjadinya tumbukan yg membentuk bulan, sumbu bumi menjadi miring, berputar konstan pada sudut 23 derajat dan kita tau sudut kemiringan ini sangat berperan penting pada pembentukan iklim planet kita.

3758855_20141029113254

3758855_20141029113323

Variasi sudut jatuh cahaya matahari yg jatuh ke bumi bisa bervariasi selama bertahun-tahun. Variasi jatuhnya cahaya inilah yg sangat penting, artinya selama bertahun-tahun kondisi di planet kita senantiasa berubah, dengan kata lain kita mempunyai musim. Siklus hidup banyak hewan dan tumbuhan juga dipengaruhi oleh musim.

Tapi bumi bisa bertahan pada sudut 23 derajat ini karena efek stabilitas dari bulan, dan selama bulan terus menjauh maka sudut tersebut akan berubah pula, dan selama itu pula bumi akan seperti putaran bola basket yg kehilangan kecepatannya. Lantas apa yg terjadi selanjutnya ? Kemungkinan seperti apa yg terjadi pada planet Mars tetangga kita yg lain. Saat ini Mars berotasi pada sudut 25 derajat, hampir sama dengan bumi. Tapi dulunya planet ini berputar pada sudut yg sangat berbeda, semuanya naik pada 60 derajat.

3758855_20141029115732

Kita juga bisa mengalami hal yg sama jika bulan bergerak menjauh hanya sebanyak 10% tadi. Lalu, seperti apa jadinya kehidupan di bumi ? pergantian musim akan terlalu cepat dan terlalu ekstrim, tentunya akan sulit bagi kita untuk bertahan hidup. Memang kita tidak sedang berada pada skenario tersebut, setidaknya membutuhkan waktu 1 milyar tahun lagi bagi bulan untuk bergerak cukup jauh agar bumi menjadi kacau, jadi kita masih punya sedikit waktu untuk bersiap-siap. Tetapi semua spekulasi dan skenario diatas membuat kita menyadari betapa beruntungnya kita karena bulan ada pada posisi yg tepat saat ini, pergeseran sedikit saja, maka kehidupan di bumi akan sangat berbeda.

Ada banyak bulan di sistem tata surya kita, tapi semuanya tidak seperti bulan milik kita. Contoh : Bulan / satelit milik jupiter ukurannya terlalu kecil dan jaraknya terlalu jauh untuk memberikan pengaruh pada planetnya, hal yg sama juga terjadi pada Saturnus, Neptunus dan Uranus. Hanya bulan kita yg cukup besar dan cukup dekat untuk memberikan pengaruh pada kita.

3758855_20141029120335

3758855_20141029120527

3758855_20141029120820

Selama beberapa tahun era Apollo, kita semua terkagum-kagum pada bulan. Bulan menyenangkan, romantis, menenangkan. Tapi kemudian, mendadak kita kehilangan ketertarikan terhadap bulan. Kita berpaling darinya, bulan sangat penting dan bahkan jauh lebih penting dari yg kita pernah bayangkan. Selama milyaran tahun, bulan menjaga dan selalu menatap kita, membentuk dan mengubah arah kehidupan di bumi ini, dengan berbagai macam cara, bulan telah menjadi bagian dari kehidupan kita.

So, do we really need the moon ? Yes we really do.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s