Inilah Jam Tangan Ikonik Yang Mengubah Dunia

jam-tangan-quartz

Di kurun waktu 100 tahun ini jam tangan sudah mengalami evolusi yang cukup signifikan. Perubahan dalam industri ini tak sebatas pada desain tapi juga teknologi. Tak heran sebab perkembangan IPTEK juga berpengaruh pada industri jam tangan itu sendiri.

Industri jam tangan dari awal 1900-an hingga sekarang tak hanya menegaskan jam tangan sebagai alat penunjuk waktu maupun barang fashion semata. Jam tangan menjadi sebuah alat yang memudahkan manusia seiring dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya.

Berikut adalah ragam jam tangan ikonik yang mengubah sejarah. Apa saja jam tersebut? Berikut daftar dan penjelasannya!

 

  • Rolex Oyster

Oyster Octogonale - 1926

Dahulu banyak yang berharap jam tangan dapat memiliki ketahanan terhada air. Banyak percobaan yang dilakukan oleh beberapa watchmaker di Eropa untuk mendapatkan jam tangan water resistant. Pencetus awal terciptanya jam tangan water resistant adalah Hans Wilsdorf. Pendiri Rolex ini memperkenalkan pertama kali jam tangan yang benar-benar tahan terhadap air pada tahun 1927 melalui seri Rolex Oyster. Desain jam tangan Rolex Oyster menjadi sukses besar dengan kecerdasan marketing dari perusahaan Hans Wilsdorf ini.

Selama musim panas 1927 seorang wanita asal Inggris bernama Mercedes Gleitze berenang melewati Terusan Inggris (English Channel) dengan mengenakan Rolex Oyster di pergelangannya. Jam tangan tersebut pun mampu bertahan selama perjalanan, tetap kedap air, dan masih berjalan normal selama 15 jam perjalanan renang ke Calais, Perancis. Kemudian Hans Wilsdorf membeli semua halaman muka dari media kenamaan Inggris, Daily Mail, untuk mengumumkan pencapaian ini. Berkat publikasi ini Rolex menjadi sebuah merek global.

 

  • Rolex Submariner

140827_03dhk13

Jam tangan Rolex Submariner menjadi jam tangan pertama dan tersukses dalam sejarah jam tangan diving. Dunia menyelam mengalami revolusi pada 1950 berkat penemuan Jacques Cousteau yaitu perlengkapan scuba termasuk aqua-lung. Cousteau ditugaskan oleh Rolex untuk membantu mereka menguji jam tangan terbaru mereka (kala itu), Rolex Sumbariner. Jam tangan ini sendiri diperkenalkan pertama kali kepada publik dalam acara Basel Watch Fair (Baselworld) tahun 1954.

Pengenalan jam tangan Rolex Submariner dianggap sebagai “the right watch at the right time”. Pada era pasca perang semua orang (konsumen) ingin melupakan kejadian itu dan fokus pada hal-hal baik dalam hidup. Kelahiran Rolex Submariner membuat mereka yang menggeluti dunia diving baik sebagai pekerjaan maupun hobi menjadi lebih terbantu. Kegiatan diving pun menjadi lebih aman dan dapat diandalkan dengan penggunaan fitur unidirectional rotating bezel.

Berkat Rolex Submariner, untuk pertama kalinya para penyelam dapat secara akurat mengkalkulasi waktu selam mereka dan dapat menghindari dekompresi. Rolex Submariner mengubah dunia kita karena secara efektid menjadi sebuah jam tangan mewah klasik yang memberikan prestige untuk penyelam profesional dan orang-orang yang belum pernah dekat dengan air. Tak heran, jika jam tangan Rolex Submariner menjadi jam tangan paling ikonik sepanjang sejarah, dikenal dan secara cepat diakui du seluruh dunia, juga menjadi salah satu dari sedikit jam tangan yang bernilai saat dimiliki.

 

  • Seiko Astron

jam-tangan-quartz-pertama-seiko-arlojinesia

Pada tahun 1959, Seiko mengawali pengembangan jam tangan quartz. Proyek ini memiliki kode nama tersendiri yaitu 59A. Ketika itu, proyek ini amatlah dirahasiakan. Setelah berjalan selama 5 tahun, Seiko akhirnya berhasil menciptakan prototype jam tangan quartz pertama. Prototype pertama dari quartz jam tangan Seiko sendiri dibuat oleh CEH Research Lab yang berlokasi di Swiss. Dari tahun 1965 hingga 1967, percobaan proyek pengembangan dilakukan pada miniatur quartz oscillator. Prototype BETA 1 kemudian diproduksi dan menjadi rekor dalam sejarah jam tangan.

Jam tangan yang paling awal masuk produksi adalah Seiko 35 SQ Astron, yang meledak di pasar pada 25 Desember 1969. Sebuah fakta menarik dibalik produksi jam ini adalah, Seiko tidak mematenkan seluruh gerakan dalam jam tangan quartz. Semua orang berpikir, dengan pengembangan yang rahasia ini pastinya Seiko akan mematenkan seluruh proyeknya. Hal ini tentunya akan menjadi hal yang mustahil dilakukan oleh perusahaan dewasa ini. Kegagalan Seiko karena tak mematenkan jam tangan quartz-nya membuat pabrikan jam tangan lain dengan mudahnya meniru teknologi ini. Tapi keputusan ini juga memainkan peranan besar akan cepatnya perkembangan jam tangan quartz. Kurang dari satu dekade, jam tangan quartz menjadi raja dari segala jam tangan. Kemudian terobosan ini mengakhiri kejayaan jam tangan mekanik selama 100 tahun. Bahkan sekarang jam tangan quartz dapat dimiliki dengan harga yang murah.

 

  • Pulsar Digital

hamilton-pulsar-p2-980x720

Terinspirasi dari film besutan Stanley Kubrick yaitu 2001: A Space Odyssey, Pulsar Digital menjadi jam tangan digital pertama yang diperkenalkan oleh perusahaan jam tangan Pulsar dibawah divisi dari Perusahaan Jam Hamilton di tahun 1970. Kelahiran jam tangan ini dilatarbelakangi oleh Kubrick yang meminta perusahaan Hamilton untuk membuat jam tangan digital futuristik untuk filmnya. Kemudian Hamilton mengembangkan prototype jam tangan ini bersama dengan Electro/Data Inc.

Jam tangan berbentuk oval dengan angka merah menyala dan logo Hamilton yang menonjol diujungnya menarik perhatian publik. Para pecinta jam tangan tak perlu menunggu lama untuk dapat memiliki jam tangan digital. Hingga pada musim semi tahun 1972 The Hamilron Watch Co memasarkannya kepada masyarakat umum. Pulsar merupakan jam tangan pertama yang memiliki display waktu dalam format digital, menggunakan LED.

Sebuah kehormatan untuk menjadi pioneer jam tangan digital bagi Hamilton mengingat bahwa itu adalah cara baru pertama untuk memberitahu waktu dalam setengah milenium. Pakar jam tangan seperti Hendry Fried, menilai bahwa jam tangan dengan tampilan digital merupakan lompatan besar dalam teknologi sejak penemuan hairspring di tahun 1675.

 

  • Swatch

Swatch menjadi sebuah jawaban cukup ironis atas ‘kekalahan’ industri jam tangan Swiss akan dominasi jam tangan quartz buatan Jepang. Nama Swatch adalah kontaksi dari “Secon Watch” karena perusahaan ini memperkenalkan konsep baru jam tangan yang kasual, fun, dan sebagai aksesoris fashion.

Diperkenalkan pada 1983 sebagai alat untuk memerangi dominasi jam tangan quartz dari Jepang, Swatch adalah jam tangan quartz murah. Akan tetapi quartz tak hanya menjadi sebuah alat penunjuk waktu. Swatch adalah sebuah bahasa baru yang kemudian menangkap imajinasi dari pasar anak muda.

Fenomena Swatch pada pertengahan tahun 80-an menunjukkan sejumlah kolektornya yang mengenakan dua jam tangan pada masing-masing pergelangan. Setiap modelnya menjadi unik, berwarna, dan menunjukkan karakter individual penggunanya. Swatch pun secara berkelanjutan tak hanya memproduksi alat penunjuk waktu semata tapi mereka mendesain jam tangan terbatas berdasarkan imajinasi perancangnya.

Jam tangan Swatch pun seolah menjadi penyelamat industri jam tangan Swiss dengan memulihkan reputasi inovasinya dan memungkinkan industri jam tangan mekanik tradisional dapat berlayar dengan kapalnya sendiri.

 

  • Casio G-Shock

Jam tangan G-Shock digembar-gemborkan menjadi sebuah jam tangan baru yang mengubah industri jam tangan pada kemunculannya dengan berbagai model jam tangan kerem yang sekali lagi mengganggu perilaku konsumen dalam membeli jam tangan. Didesain oleh Kikuo Ibe, seorang insinyur di perusahaan Casio, G-Shock lahir berdasarkan sebuah mimpi untuk membuat jam tangan dengan konsep triple ten. Maksud dari konsep ini antara lain adalah membuat jam tangan yang bisa bertahan saat jatuh dari ketinggian 10 meter di atas alas yang keras, tahan terhadap tekanan air 10 bar, dan ketahanan baterai hingga 10 tahun.

Kemudian G-Shock menjadi sangat populer pada era tahun 1990-an. Di tahun 1997 tercatat ada 19 juta jam tangan yang berhasil terjual secara global. Seperti jam tangan Swatch, sangat sulit untuk mendapatkan jam tangan edisi terbatas yang dibuat dalam bentuk kemitraan entah itu desainer dan sebagainya.

Di dalam perkembangannya, G-Shock terus menerus melakukan inovasi pada fitur yang disematkan ke dalam jam tangan. Tak hanya fitur, G-Shock juga melakukan inovasi pada baterainya dengan lewat fitur Tough Solar pada beberapa seri tertentu. Seri G-Shock menjadi banyak jawaban untuk keperluan berbagai hobi dan pekerjaan dengan peruntukannya sebagai jam tangan sport, outdoor, pilot, dan lain-lain.

 

  • Apple iWatch

Sebagai raksasa teknologi terkemuka, Apple pun ikut bermain dalam pasar jam tangan pintar. Meskipun ada beberapa pemain dalam pasar genre baru, jam tangan pintar, namun dengan reputasi dan pengaruh, Apple iWatch menjadi smart watch yang paling menarik perhatian.

Meskipun pada kenyataannya jam tangan ini belum mengubah pasar jam tangan yang ada tapi bisa jadi di kemudian hari masyarakat dunia perlahan melupakan jam tangan ‘tradisional’. Kita tak boleh lupa bahwa lebih dari 20 tahun lalu banyak yang menertawakan ide pembuatan ponsel, dan belum mampu melihat poin penting dari teknologi ini, tapi sekarang bahkan mayoritas dari kita tak bisa hidup tanpanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s