Menerbangkan Balon Udara Bisa Membahayakan Pesawat dan Pelaku Bisa Ditindak

CmvhKPXVMAAYl_V

AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) untuk penerbangan yang melewati langit Jawa Tengah dikarenakan ada tradisi melepas balon udara. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, untuk yang masih melepas balon udara dan menjangkau ketinggian yang membahayakan penerbangan, dapat diproses hukum.

Melepas balon udara harus bisa dikontrol misalkan diikat sehingga tidak akan menjangkau ketinggian yang membahayakan penerbangan.

Agus mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan bahaya balon udara untuk penerbangan jauh sebelum 2015. Penindakan antisipasi pelepasan balon udara itu telah dilakukan oleh sebagian instansi sejak tahun 2015 di kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tetapi, masih tetap ada saja warga yang lakukan pelepasan balon udara berdimensi besar itu.

“Surat imbauan penertiban dan larangan telah dibuat oleh Kantor Otoritas Bandara Wilayah III sebagai kepanjangtanganan Ditjen Perhubungan Udara ke Gubernur Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, bupati, wali kota, kapolda serta kapolres mulai sejak tahun 2015, 2016 serta 2017,” kata Agus.

Agus juga menyebutkan, tindakan penertiban oleh kepolisian serta TNI juga telah dilaksanakan di Ponorogo, Wonosobo, Pekalongan, Malang, Yogyakarta, Surabaya dan tempat lainnya. Sosialisasi itu juga melibatkan unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, camat serta tokoh masyarakat.

Mitigasi dari AirNav yaitu dengan menertibkan NOTAM untuk menghindari daerah yang banyak balon udara seperti Pekalongan, Wonosobo serta sekelilingnya. Sejak tahun 2015 festival balon udara telah ditiadakan oleh Pemkab Wonosobo, dan sekarang telah dilarang.

Walau telah dilakukan sosialisasi mengenai bahaya balon udara, tetapi rutinitas melepas balon udara saat Idul Fitri masih tetap ramai dilakukan di lokasi Jawa Tengah. Agus juga menegaskan, bila masih tetap ada yang lakukan pelepasan balon berukuran besar itu ke udara serta menjangkau ketinggian yang membahayakan operasi penerbangan, maka dapat dilaporkan diproses dengan hukum oleh aparat berwenang.

“Jadi dapat dilaporkan ke pihak berwajib untuk diproses secara hukum. Karena, pertama hal semacam ini membahayakan. Benda itu dapat mengakibatkan benturan sisi mana pun dari pesawat yang mana juga akan membahayakan struktur pesawat. Terlebih bila mengenai surface control seperti Aileron, Rudder pesawat tidak dapat dikendalikan. Bila membentur Blade Engine ataupun Proppeller juga akan mengakibatkan kecelakaan fatal, impuls dari momentum benda berkecepatan tinggi akan mempunyai daya rusak yang dahsyat. Ini yang jarang difikirkan, ” tuturnya.

“Lihat saja, burung sebesar kepalan jari bila mengenai badan pesawat berkecepatan tinggi membuat penyok fuselage, apalagi balon dengan diameter 4 kali tinggi manusia dewasa,” tambah Agus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s