Rekonsiliasi Atau Revolusi! Kata Rizieq dari Arab

rizieq-1

Dari Arab Saudi, pimpinan FPI sekaligus Ketua Dewan Pembina GNPF MU Habib Rizieq Shihab menyerukan pesan kepada pendukungnya di Indonesia. Seruan Rizieq berkaitan kasus hukum yang menjeratnya bersama sejumlah ulama serta aktivis. Dia menekankan rekonsiliasi atau revolusi.

Seruan Rizieq disampaikan lewat video berdurasi 12.20 menit.

Di awal seruan, Rizieq menyampaikan terimakasih serta apresiasi kepada para habaib serta ulama yang mengawal aksi bela Islam atas keterlibatan dalam bermacam aksi damai untuk menyuarakan perjuangan.

Rizieq menyebutkan dari Arab Saudi selalu memantau dan mencermati dan mengevaluasi semuanya gerakan pendukungnya di Indonesia, dari mulai GNPF MUI yang disebutnya selalu membuat dialog dengan semua pihak, termasuk juga dengan pemerintah.

“Lalu gerakan tim pembela ulama dan aktivis yang selalu membuat komunikasi hukum, kemudian gerakan Presidium Alumni 212 yang selalu membuat perlawanan secara konstitusional, juga gerakan Gentari dan Gerakan Bela Negara dan yang lain dari elemen kebangsaan yang selalu membangun kesadaran mengenai perlunya kembali pada UUD 1945 yang asli. Sampai gerakan Muslim Cyber Army yang selalu membuat opini perlawanan di dunia cyber. Dan lain sebagainya dari bermacam elemen gerakan pro aksi bela Islam, termasuk juga gerakan pondok-pondok pesantren serta majelis-majelis ta’lim dan majelis-majelis dzikir dalam memberi semangat juang pada umat Islam di berbagai daerah, termasuk juga gerakan ormas-ormas Islam dan ormas-ormas kebangsaan yang selalu merajut persatuan bangsa serta penegakan keadilan. Tidak terkecuali gerakan partai politik yang pro keadilan serta pro rakyat, ” tutur Rizieq.

Rizieq mengingatkan seluruh gerakan itu mesti sama-sama melengkapi serta sama-sama menyempurnakan dan sama-sama memperkuat satu sama lainnya. Gerakan dibangun atas dasar saling pengertian hingga jadi kekuatan dahsyat, kata Rizieq.

Rizieq meminta tetaplah menjaga saling pengertian di antara seluruh elemen gerakan, tidak boleh dipecah belah dengan isu atau prasangka hingga saling berprasangka buruk, yang bisa mengantarkan kepada perpecahan.

“Kehancuran perjuangan jika terhadap “lawan” kita mesti berlaku “negative thinking” yakni berpikir negatif untuk tetaplah membangun kewaspadaan, maka pada “kawan” kita harus bersikap “positif thinking” yaitu berpikir positif untuk melindungi persatuan dan persaudaraan,” kata Rizieq.

Rizieq kemudian menyoroti pertemuan tujuh perwakilan GNPF ke Istana dan berjumpa Presiden Joko Widodo di hari Idul Fitri.

“Pertemuan pimpinan GNPF MUI dengan Presiden RI serta para menterinya di Istana Negara mesti dimaknai jadi bagian dari peranan GNPF MUI yang mulai sejak awal berdiri senantiasa proaktif membangun komunikasi dan dialog dengan semua pihak, ” kata dia.

Rizieq minta jangan sampai pertemuan itu diartikan sebagai bentuk pelemahan perjuangan, apalagi pengkhianatan.

Masih tetap berkaitan dengan pertemuan dengan Presiden, kata Rizieq, GNPF MUI akan mengadakan rapat akbar dengan pimpinan semuanya elemen pendukung untuk memberikan laporan mengenai apa yang telah dan tengah serta akan dikerjakan GNPF MUI.

“Insya Allah, rapat akbar yang kan digelar GNPF MUI mendatang ini akan jadi satu forum silaturahmi untuk lebih menguatkan tali persudaraan serta persatuan semuanya elemen juang yang pro tindakan bela Islam sampai kini. Silahkan semuanya pimpinan elemen juang menuangkan pikiran serta saran dan kritik membangunnya dalam rapat akbar itu untuk kemaslahatan perjuangan membela agama dan bangsa serta negara,” kata dia.

Rizieq meminta jangan sampai terjadi pedebatan di ranah publik lantaran dapat kontraproduktif.

“Stop perbincangan via medsos karena hanya akan jadi fitnah yang memecah belah umat. Stop perdebatan via medsos karena hanya akan jadi fitnah yang memecah belah umat,” kata dia.

Lalu Rizieq menyampaikan ultimatum perjuangan.

“Rekonsiliasi atau revolusi. Ultimatum ini bukan menyerah. Sekali lagi saya katakan ultimatum ini bukan sikap menyerah. Sekali lagi ultimatum ini bukanlah sikap menyerah. Walau demikian malah sikap ksatria beberapa habaib serta ulama dalam mengimplementasikan ruh aksi bela Islam 411 dan 212 yang senantiasa mengedepankan dialog dan perdamaian dengan semua pihak,” kata dia.

Rizieq lalu menyatakan tidak ada rekonsliliasi tanpa stop krimnialisasi ulama dan aktivis serta tak ada rekonsiliasi tanpa ada stop penistaan pada agama apapun.

“Tak ada rekonsiliasi tanpa setiap penyebaran paham komunisme, marxisme, Leninisme, dan liberalisme serta memahami sesat yang lain. Tak ada rekonsiliasi tanpa ada stop kezaliman pada rakyat kecil yang lemah serta tidak berdaya. Tak ada rekonsiliasi tanpa ada menjunjung tinggi asas musyawarah serta asas proporsionalitas di semua segi serta bidang dan bagian dalam kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia,” kata dia.

Jika semua hal tersebut tidak dipenuhi, kata Rizieq, tidak ada pilihan lain kecuali revolusi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s