6 Fakta Tentang Muhammad Hidayat, Sang Pelapor Kaesang Pangarep

kmao8ufp3h1r3kwitbmi.jpg

Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Hero Henrianto Bachtiar mengatakan pelapor akun Youtube Kaesang Pangarep adalah seorang warga bernama Muhammad Hidayat.

Laporan itu diserahkan oleh seorang pria bernama Muhammad Hidayat S dan diterima oleh Kantor Kepolisian Resort Metro Bekasi Kota pada Minggu (2/7/2017). Kaesang dilaporkan dengan nomor polisi : LP/1049/K/VI/2017/Restro Bekasi Kota.

Muhammad Hidayat adalah tersangka ujaran kebencian yang sekarang ini tengah ditangani Polda Metro Jaya.

“Pelapor akun Kaesang ini memanglah telah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro atas dugaan ujaran kebencian juga,” kata Hero di Kantor Polresta Bekasi, Rabu (5/7/2017)
Siapakah Muhammad Hidayat?

Dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan tertulis berikut identitas pelapor

1. Nama : Muhammad Hidayat S.
2. Tempat lahir : Tapanuli, 30-10-1964
3. Pekerjaan : Swasta

Menurut Hero, kasus Muhammad Hidayat masih tetap terus dalam pengembangan Polda Metro Jaya serta sedang ditangguhkan sementara waktu.

“Masih jalan terus. Dia terkena pasal ujaran kebencian pada aksi 411 lantas, lantaran mengolok-olok anggota polri,” kata dia.

4. Pemilik akun YouTube Muslim Friends

Disamping itu Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2017), mengungkap Hidayat ditangkap polisi pada 15 November 2016 lalu .

Menurut Argo Yuwono, Muhammad Hidayat mengunggah video sangkaan provokasi yang dikerjakan Iriawan pada unjuk rasa 4 November 2016 atau 411 kemarin. Ia terdaftar jadi yang memiliki akun YouTube Muslim Friends.

5. Mengunggah Video Diduga Provokasi

Muhammad Hidayat ditangkap di rumah sewanya di daerah Bekasi pada Selasa (15/11/2016).
Hidayat diputuskan sebagai tersangka, karena diduga telah menggiring opini publik dengan memberi judul video itu dengan kalimat seakan-akan Kapolda sudah melakukan provokasi.
Dalam akun itu, Hidayat berisi judul ‘terungkap Kapolda Metro Jaya provokasi massa FPI supaya serang massa HMI’. Hidayat sengaja mengunggah serta menyunting video itu.

Tujuannya, berdasarkan penjelasan Juru Bicara Polda Metro Jaya waktu itu, Komisaris Besar Awi Setiyono, supaya publik menuding Kapolda memprovokasi organisasi masyarakat (ormas) untuk menyerang ormas yang lain.

6. Dijerat UU ITE

Dari tangan Hidayat, polisi mengambil alih beberapa tanda bukti, seperti satu unit handphone, satu unit laptop, serta satu unit mobil.

Karena tingkahnya, Hidayat terancam Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang ITE Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana paling lama enam tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kaesang Tetap Diproses

Meskipun demikian, polisi tetap memproses laporan Muhammad Hidayat dengan terlapor atas nama Kaesang.

Kaesang dipolisikan karena mengunggah video dengan ucapan, ” Mengadu-adu domba serta mengkafir-kafirkan, tidak mau mengingatkan, padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar ndeso “. Kaesang dilaporkan dengan nomor polisi : LP/1049/K/VI/2017/Restro Bekasi Kota.

Humas Polresta Bekasi, Kompol Erna Ruswing Andari menyebutkan pihaknya telah lakukan pemanggilan pemeriksaan kelanjutan oleh pelapor akun Youtube Kaesang.
“Iya, telah kami berikan surat panggilan pada yang bersangkutan,” kata dia di Kantor Polresta Bekasi, Rabu (5/7/2017)

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut tentang pelaporan dugaan penodaan agama serta ujaran kebencian dari akun itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s