ABG Asal Indonesia Dibeli dan Jadi Budak Seks oleh Militan ISIS

86612-gadis-cilik-wni-di-turki-jadi-budak-seks-isis

Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) berusia 15 tahun diduga menjadi korban kekerasan seksual anggota kelompok ISIS di Turki, demikian dilaporkan surat kabar Turki.

Pada Senin (10/07), BBC Indonesia telah menghubungi Kementerian Luar negeri Indonesia dan KBRI di Angkara, namun belum mendapat tanggapan.

RFR ditemukan oleh satu tim kepolisian antiteror Turki yang melakukan investigasi di sebuah rumah milik anggota ISIS berinisial SY, Jumat (7/7/2017).

Dalam investigasi tersebut, tim itu mendapati fakta RFR dibeli gerombolan ISIS dari orangtuanya yang berada di Istanbul. Ia dipaksa melayani nafsu bejat bandit ISIS yang beroperasi di Turki.

Karenanya, Turki akan melakukan investigasi lanjutan untuk mengetahui apakah orangtua perempuan kecil tersebut simpatisan atau anggota ISIS.

Korban dilaporkan sempat berbohong perihal nama dan jati dirinya, tetapi aparat hukum Turki akhirnya mengetahui jati dirinya melalui catatan resmi atas nama dirinya di Istanbul.

Kantor kejaksaan Turki meminta keterangan korban sebagai bukti adanya dugaan kasus kekerasan seksual.

Otoritas Turki sendiri memastikan, RFR akan dipulangkan ke Indonesia setelah seluruh proses investigasi dan administrasi terselesaikan.

Tim kepolisian antiteror Turki total menemukan 12 orang budak seks ISIS dalam operasi di Adana sejak Juni 2017. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya tergolong anak-anak.

‘Sangat memungkinkan kasus itu terjadi’

Sementara itu, Direktur bidang pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamidin mengatakan dia tak mau menanggapi banyak “meskipun saya tahu itu”.

Hamidin menolak untuk mengomentari kasus ini secara spesifik, namun secara umum, menurut Hamidin, “sangat memungkinkan kasus itu terjadi”.

“Kasus (kekerasan) seksual, perdagangan wanita, itu memang pekerjaan ISIS. Di situ memang ada bursa istri. Misalnya ada (keluarga) yang berkomunikasi dengan kita, ada anak perempuannya yang hampir dikawin paksa oleh tentara ISIS, jadi situasinya seperti itu,” kata Hamidin.

Menurutnya, situasi tersebut tak lepas dari keinginan ISIS untuk membentuk negara, yang elemennya adalah masyarakat sehingga mereka melakukan pemerkosaan, seperti yang terjadi pada perempuan Yazidi.

“Kemudian orang-orang yang memang berniat untuk hijrah ke sana, itu mereka jadikan juga (istri). Bahwa menjadi istri pejuang itu merupakan bagian dari kegiatan amaliyah mereka,” ujar Hamidin.

Dia menambahkan bahwa jika ada perempuan dan anak-anak WNI yang ditemukan oleh pemerintah Turki, maka mereka akan dideportasi, “tetapi yang laki-laki, saya lihat diperiksa intens, terkait aktivitas kegiatannya,” ujar Hamidin.

Sebelumnya, sebanyak 17 WNI ditemukan di lokasi pengungsian di dekat kota Raqqa, Suriah. Mereka mengaku pernah tinggal di Raqqa ketika wilayah itu dikuasai kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Sekitar dua tahun lalu, mereka mengaku meninggalkan Indonesia untuk bergabung dengan ISIS di kota Raqqa, karena tertarik dengan ideologi dan janji ekonomi yang ditawarkan.

Belakangan, ketika ISIS gagal mempertahankan Raqqa dari gempuran pasukan yang dipimpin AS, mereka meninggalkan kota itu.

Mereka kemudian mengatakan tertipu oleh janji-janji yang dilontarkan pimpinan kelompok militan itu, dan karenanya mereka ingin kembali ke Indonesia.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s