Untuk Para Traveller Pemula Yuk Simak Beberapa Tips Ini

solo-traveller

Ilustrasi traveller.

Traveling atau jalan-jalan mungkin saja saat ini jadi satu gaya hidup baru bagi kaum Millenials.

Tetapi terkadang, masih banyak orang yang tidak mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat kita akan bepergian jauh.

Amalla Vesta, seorang travel consultant, dalam konferensi tahunan Wealth Wisdom yang diadakan oleh Permata Bank, menyebutkan bila traveling memerlukan beragam macam persiapan.

“Gue biasanya kalau traveling itu butuh persiapan. Mungkin kalau perginya ke daerah yang masih dekat dan terjangkau masih dapat dadakan. Namun bila yang jauh, perlu persiapan dari jauh hari pula,” ungkap Vesta di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan (3/8).

Perempuan yang sering disapa Vesta itu juga berbagi tips dan trik untuk para pemula yang ingin lakukan traveling. Yuk, simak wawancara dengan Vesta :

  • Logical traveller menurut kamu apa sih?

Menurut aku adalah mereka yang punya perencanaan terhadap aktivitas travelingnya mereka. Entah itu dari sisi financial, menentukan destinasi mana, atau pas di lokasi menemukan kejadian-kejadian tak terduga, bagaimana logika berpikir mereka jalan disitu.

  • Apa aja yang harus disiapkan pemula untuk traveling?

Pertama, saya tanya dulu sama mereka, sukanya traveling seperti apa, destinasi seperti apa yang ingin mereka tuju.

Kedua, perencanaan itu sangat dibutuhkan. Seperti kapan mereka mau pergi, mau naik apa, dan berapa harga hotel di sana.

Ketiga, harus perhatikan biaya hidup. Kalau di luar negeri, di sana biaya hidup berapa sih? Aku kalau ngasih tahu itu biasanya biayanya adalah 100. Misal 100 euro kalau ke Eropa dikali dengan jumlah hari. Hasilnya jadi biaya per hari yang dipegang. Uang itu cukup buat makan, public transport, bahkan untuk oleh-oleh.

  • Gimana caranya ngirit pengeluaran saat traveling?

Sebenernya kalau kita tau biaya yang dibutuhkan berapa, dan dari awal sudah direncanakan dengan baik, di sananya enggak perlu irit juga enggak apa-apa, karena udah punya pegangan itu tadi. Pada saat di sananya ya enggak perlu ngirit, kalau emang udah nyisihin uang untuk traveling sebelumnya.

  • Traveling kan mahal, apa harus nunggu mapan dulu baru bisa traveling?

Gue enggak setuju kalau untuk traveling harus nunggu mapan dulu. Kesempatan buat travel bisa kapan aja. Kalau bisa dilakukan sekarang kenapa harus nunggu tua? Enggak pernah ada pikiran gue traveling nunggu sampai tua. Keburu stres, lo!

  • Cara dapetin uang untuk kebutuhan traveling gimana?

Yang pasti nabung sih. Enggak mungkin nekat doang. Dan jadilah logical traveler. Kalau ada travel fair, manfaatkan kesempatan itu semaksimal mungkin.

  • Harus menyisihkan berapa persen dari penghasilan sih supaya bisa traveling?

Kalau aku pribadi, dari income aku sisain 20 persen digunakan untuk traveling. Aku percaya kalau ngelakuin hal yang kita suka, ya udah seperti itu, aku lebih seneng cari experience.

  • Barang yang biasa dibawa apa aja?

Tergantung tujuannya. Cuma untuk sekedar traveling, atau mau fotografi juga. Aku biasanya gadget nomor satu. Karena biasanya aku juga update media sosial kalau lagi traveling. Kamera, uang yang pasti, lalu kartu kredit. Kalau keluar negeri, lebih baik bawa kartu kredit, daripada bawa uang banyak-banyak, lalu paspor dan ID card selalu ada di tas.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s