Peneliti Berhasil Temukan Cara Mendeteksi Gejala Depresi Lewat Instagram

1b496f109f3181e3bbdeb2050ca9c2bf

Ilustrasi feed instagram.

Depresi adalah salah satu masalah mental yang paling banyak dialami. Semua orang bisa mengalami depresi, dan kebanyakan orang juga bisa berjuang melawannya.

Menurut penelitian, satu dari setiap empat orang di Inggris menderita masalah mental depresi. Jumlah yang fantastis ini buat kita bertanya-tanya, apakah ada beberapa orang di sekeliling kita yang alami depresi tetapi menyembunyikannya dari mata publik. Padahal, depresi bisa diatasi dengan baik bila sang penderita memperoleh dukungan serta dorongan moral dari orang-orang yang disayanginya.

Untuk ketahui apakah orang-orang di sekitarmu mengalami depresi atau tidak, kamu bisa berusaha mempelajari tanda depresi. Atau lebih mudahnya, saat ini peneliti di Amerika Serikat sudah berhasil menemukan algoritma yang pas untuk membuat sebuah program deteksi tanda depresi lewat akun media sosial, Instagram.

Untuk ketahui apakah orang-orang di sekitarmu mengalami depresi atau tidak, kamu bisa berusaha mempelajari tanda depresi. Atau lebih mudahnya, saat ini peneliti di Amerika Serikat sudah berhasil menemukan algoritma yang pas untuk membuat sebuah program deteksi tanda depresi lewat akun media sosial, Instagram.

Penelitian untuk membuat algoritma ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama, para peneliti mengumpulkan 166 orang peserta yang bersedia jadi sampel untuk penelitian ini. Para peserta diminta memberi akses ke feeds instagram mereka dan sejarah penyakit atau gangguan mental yang sempat mereka derita. Peneliti memakai referensi dari bebrapa penelitian psikologi yang terlebih dulu sudah ada untuk mengidentifikasi tanda-tanda mereka yang mengalami depresi dari 44.000 foto itu.

Di step kedua, peneliti membuat sebuah algoritma yang hasilkan program AI atau kepandaian artifisial yang dapat mendeteksi kondisi mental seseorang, apakah ia tengah mengalami depresi atau tidak.

Untuk menguji algoritma yang sudah disusun, para peneliti ini meminta beberapa orang untuk melihat feeds instagram seseorang dan diminta menilai keadaan mental yang memiliki feeds instagram itu. Selain itu, peneliti juga memindai feeds instagram itu memakai program AI yang sudah mereka buat. Dan akhirnya, program AI itu mempunyai tingkat akurasi sebesar 70%, jauh lebih tinggi dari pada tingkat akurasi deteksi depresi oleh psikolog dan dokter yang hanya sebesar 42%.

Menurut peneliti, tanda yang mereka pakai yaitu warna dan filter yang digunakan, dan jumlah muka yang berada di feeds instagram. Ternyata, mereka yang alami depresi cenderung lebih suka mengunggah beberapa foto berwarna gelap serta relatif lebih gemar menggunakan filter inkwell di instagram yang buat foto kehilangan warnanya.

Sedang mereka yang ada dalam kondisi sehat relatif lebih suka mengunggah foto dengan beberapa warna yang hangat dan cerah. Untuk indikator jumlah wajah, ternyata mereka yang depresi mengunggah lebih banyak selfie atau swafoto dibandingkan mereka yang sehat.

Tetapi jumlah wajah pada feeds instagram orang yang depresi ternyata secara total lebih sedikit daripada mereka yang ada dalam kondisi sehat. Hal semacam ini berkorelasi dengan tanda depresi di mana penderitanya malas bersosialisasi sehingga mereka lebih sering ambil selfie daripada berfoto dengan orang lain.

Hmmm, yuk coba kita perhatikan feed instagram orang-orang di sekitar kita, apakah mereka baik-baik saja?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s